Menggeser Quiet Luxury, Tren "Avant-Basic" dan Warna Berani Dominasi Panggung Fashion 2026
Jakarta — Setelah hampir dua tahun dunia mode dikuasai oleh estetika quiet luxury yang serba minimalis, senyap, dan berwarna netral, arah angin industri fashion kini berubah total.
Jakarta — Setelah hampir dua tahun dunia mode dikuasai oleh estetika quiet luxury yang serba minimalis, senyap, dan berwarna netral, arah angin industri fashion kini berubah total. Memasuki pertengahan tahun 2026, panggung mode dunia hingga gaya jalanan (street style) mulai diguyur oleh gelombang ekspresi baru yang lebih berani: Avant-Basic dan Hyper-Expressive.
Perubahan ini menandai kejenuhan pencinta fashion terhadap gaya "orang kaya lama" (old money) yang cenderung monoton. Kini, generasi muda lebih memilih pakaian yang menjadi pemantik percakapan (conversation starter).
1. Tabrak Warna dan Tekstur Eksentrik
Jika tahun lalu warna krem, hitam, dan navy adalah raja, sekarang giliran warna-warna kontras yang mengambil alih. Kombinasi warna yang dulunya dianggap "salah kostum"—seperti merah ceri (cherry red) yang dipadukan dengan hijau limau, atau ungu indigo dengan oranye—justru menjadi kombinasi paling dicari saat ini.
Selain warna, permainan tekstur juga menjadi kunci. Desainer lokal maupun internasional mulai berani menggabungkan:
Kain rajut kasar (chunky knit) dengan rok satin yang halus.
Jaket kulit berstruktur kaku dengan aksen rumbai (fringes) yang dinamis.
Sentuhan material transparan (sheer fabric) untuk memberikan kesan dimensi.
2. Kembalinya Siluet Era 2010-an (The Indie Sleaze Revival)
Secara mengejutkan, tren fashion tidak hanya berputar di era 90-an atau Y2K lagi. Keberanian berekspresi tahun ini banyak mengadopsi elemen Indie Sleaze dari awal era 2010-an.
"Ada kerinduan akan era di mana fashion terasa tidak terlalu dikurasi atau diatur oleh algoritma media sosial. Orang-orang ingin terlihat keren tanpa harus terlihat seperti sedang berusaha terlalu keras," ujar seorang pengamat fashion tanah air.
Beberapa item ikonik yang kini kembali diburu di toko-toko thrifting maupun ritel modern antara lain:
Metallic leggings dan celana bermotif ramai.
Kaos grafis oversized yang dipadukan dengan aksesoris bertumpuk (layering jewelry).
Sepatu bot bersol tebal (chunky boots) yang memberikan kesan tangguh.
3. Berkelanjutan Bukan Lagi Opsi, Melainkan Standar
Di luar estetika visual, berita besar dari industri fashion tahun ini adalah pergeseran masif menuju Eco-Futurism. Konsumen tidak lagi sekadar bertanya "Apakah baju ini bagus?", tetapi juga "Dari mana bahan baju ini berasal?".
Tren Lama
Tren Masa Kini (2026)
Fast Fashion (Beli-Pakai-Buang)
Circular Fashion (Sewa, Tukar, Upcycle)
Bahan Sintetis Murni
Material Berbasis Jamur (Mycelium) & Kulit Nanas
Pewarna Kimia Berbahaya
Pewarna Alami dari Limbah Makanan
Brand fashion lokal pun kini berlomba-lomba memamerkan transparansi rantai pasok mereka. Menggunakan pakaian hasil upcycling (pakaian bekas yang didesain ulang menjadi baru) kini dianggap sebagai simbol status sosial baru yang lebih keren dibanding membeli barang bermerek mewah tapi merusak lingkungan.
Bagaimana dengan Anda? Apakah Anda tim yang tetap setia dengan kenyamanan quiet luxury, atau sudah siap membongkar lemari untuk mencoba tabrak warna ala avant-basic minggu ini?
Reaksi Pembaca
Pilih reaksi, lalu login atau daftar untuk menyimpannya.Daftar Pembaca
Video Story
2 videoTransportasi Massal Jadi Sorotan Warga
Transportasi massal kembali menjadi perhatian karena berdampak langsung pada mobilitas harian. *video ilustrasi ai
04 Jun · 1 reaksi · 1 komentarTips Mengisi Daya Smartphone
JAKARTA – Industri teknologi global kembali bersiap menghadapi lompatan besar. Para peneliti dari konsorsium teknolog...
04 Jun · 0 reaksi · 0 komentar
TIm News Portal tes komentar